Sunday, January 25, 2026

Hubungan Antara Majas Pleonasme dan Kalimat Efektif





Materi Bahasa Indonesia Kelas IXE – PJJ Senin, 26 Januari 2026

 

Assalamualaikum Wr. Wb. teman-teman sekalian! 😊

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan hasil analisis saya mengenai hubungan antara kedua materi yang telah dikirim. 

Pertama-tama, saya akan memberikan kesimpulan dari materi pada masing-masing link:

- Link pertama dari Facebook, isi postingannya adalah edukasi yang membahas mengenai beberapa kalimat yang tidak boleh diucapkan oleh MC. Memang tidak disebutkan secara eksplisit mengapa kita tidak boleh menggunakan kalimat-kalimat tersebut. Tapi dapat kita pahami dan simpulkan bahwa isi dari video tersebut adalah mengenai penggunaan bahasa yang efektif dalam mengisi acara, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Yang kedua dari blog sbsvalid, kita menemukan penjelasan tentang dua hal penting. Pertama adalah majas pleonasmeini adalah jenis majas yang menggunakan kata-kata yang berlebih atau bahkan berulang-ulang hanya untuk menegaskan maknanya saja
Contohnya seperti "Dia sudah turun ke bawah", 
sedangkan kata "turun" saja sudah jelas arahnya ke bawah, jadi penambahan kata "ke bawah" adalah berlebih. Lalu yang kedua adalah tentang kalimat efektifyaitu kalimat yang menyampaikan pesan dengan jelas, tepat, dan tidak membingungkan pembaca

 

Apa hubungan dari kedua materi tersebut?

 

Jadi, hubungan antara ploenasme dengan kalimat efektif adalah:

Sebenarnya, ploenasme bukanlah sesuatu yang salah secara mutlak. Terkadang, kata yang berlebih memang diperlukan untuk menegaskan sesuatu yang penting. Tapi masalahnya, kalau kita terlalu sering menggunakan pleonasme, kalimat kita akan kehilangan kesan efektif!

Misalnya, kalau kita mengatakan "aku benar-benar sungguh sangat senang sekali bisa ketemu kamu", itu membuat kalimat yang disampaikan jadi terkesan terlalu berlebihan, boros dalam penggunaan kata, dan terkadang dapat membingungkan audiens. Padahal kita bisa langsung menyebutkan, "aku sangat senang bisa ketemu kamu", dan itu sudah termasuk kalimat yang jelas dan efektif.

Jadi dapat kita simpulkan, kalimat yang disebut tidak boleh digunakan oleh mc, sesuai yang ada di postingan Facebook itu kemungkinan karena tidak memenuhi syarat menjadi kalimat efektif; salah satunya mungkin karena penggunaan pleonasme yang tidak perlu, atau mungkin cara penyampaiannya yang kurang jelas dan membuat pesan jadi tidak tepat.

 

Semoga penjelasan dari saya ini bisa bantu teman-teman lebih paham ya tentang materi bahasa Indonesia kita kali ini. Kalau ada yang masih bingung bisa langsung tanya aja ya! 😊


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Monday, November 10, 2025

Kata Ulang

5 jenis kata ulang/Reduplikat.


I. Kata ulang murni

Yaitu adalah kata ulang yang bisa berdiri sendiri tanpa harus diulang, atau kata yang sudah ada maknanya sendiri. Contohnya adalah:


1. Rak-kak

2. Hari-hari

3. Batu-batu

4. Pagi-Pagi

5. Meja-meja


II. Kata ulang sebagian

Yaitu kata ulang yang, kata nya hanya diulang sebagian dari kata dasar. Contohnya adalah


1. Lelaki

2. Tetangga

3. Sesama

4. Pegunungan

5. Dedaunan


III. Kata Ulang Semu.

Yaitu kata ulang yang tidak memiliki makna jika tidak diulang. Contohnya adalah:


1. Pura-pura

2. Paru-Paru

3. Berang-berang

4. Aba-aba.

5. Biri-biri


IV. Kata Ulang Berimbuhan.

Yaitu kata ulang yang salah satu sisinya diberi imbuhan. Contohnya adalah:


1. Menari-nari

2. Bersalam-salaman

3. Rumah-rumahan

4. Berjalan-jalan

5. Berhari-hari


V. Kata ulang berubah bunyi

Yaitu kata ulang yang penyebutannya berubah setelah diulang. Contohnya adalah:


1. Lauk-pauk

2. Ramah-kamah

3. Serba serbi.

4. Teka-teki

5. Gerak-gerik


Berikut adalah contoh penggunaan kata ulang dalam bentuk kalimat. 


I. Kata Ulang Murni 

1. Rak-rak buku itu digigit rayap 

2. Dia berangkat pagi-pagi untuk menyusul ibunya 

3. Tanpamu hari-hari terasa berat 

4. Meja-meja di kelas kami sudah tidak layak 

5. Batu-batu kecil berserakan di tepi jalan 


II. Kata Ulang Sebagian

1. Lelaki itu mengenakan jas hitam.

2. Udara di pegunungan Himalaya terasa sejuk.

3. Tetangga saya sangat ramah.

4. Pada musim gugur dedaunan mulai berjatuhan.

5. Sesama umat beragama harus saling toleransi. 


III. Kata Ulang Semu

1. Dia berpura-pura tidak ingat.

2. Tetangga gue sakit radang paru-paru.

3. Saya ingin memelihara berang-berang.

4. Kami menggembala biri-biri.

5. Segera melaksanakan perintah sesuai aba-aba yang diberikan. 


IV. kata ulang berimbuhan.

1. Angin menari-nari lembut di wajahku, memberikan rasa tenang

2. Guru-guru saling bersalam-salaman menjelang bulan Ramadhan.

3. Rumah-rumahan itu terbuat dari susunan balok kayu.

4. Dia sakit berhari-hari.

5. Mereka berjalan-jalan santai di sekitar Pantai


V. Kata ulang berubah bunyi.

1. Lauk-pauk yang disajikan di warung itu selalu habis.

2. Teka-teki itu sulit dipecahkan.

3. Mereka disambut dengan ramah-tamah.

4. Ovang itu gerak-geriknya mencurigakan.

5. Serba-serbi fakta menarik tentang landak.

Teks Prosedur Perawatan Taman Sekolah

 Tujuan: Untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan asri, serta nyaman dipandang. 

Alat dan Bahan: 

- Sapu lidi

- Kantong sampah

 - Ember atau selang air


Langkah-langkah:

1. Bersihkan area taman dari sampah dan  daun kering yang berserakan.

2. Gunakan sapu lidi untuk menyapu jalan.

3. Siram tanaman secara teratur, terutama pada pagi hari agar tanah tetap lembap.

4. Cabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman.

5. Setelah selesai, rapikan kembali peralatan dan buang sampah ke plastik sampah yang telah disediakan.


Teks Deskripsi

SMPN 160 Jakarta merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang terletak di Jakarta Timur, menawarkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan siswa. Dengan fasilitas belajar yang memadai dan tenaga didik yang telaten, sekolah ini menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif bagi siswa siswi untuk menuntut ilmu. 


Selain ruang kelas yang modern, SMPN 160 Jakarta juga dilengkapi dengan dua lapangan luas yang ideal untuk kegiatan belajar mengajar di luar ruangan, serta sebagai tempat beristirahat yang nyaman dan arena berbagai ekstrakurikuler yang diadakan setelah jam sekolah. Lingkungan sekolah ini terasa asri karena dikelilingi oleh pepohonan rindang yang tak hanya memberikan keteduhan, tapi juga menjadi spot favorit untuk memotret pemandangan indah, menambah nilai estetika dan kesejukan bagi seluruh warga sekolah. 


SMPN 160 Jakarta bukan sekadar tempat mencari ilmu, namun juga sebagai tempat bersosialisasi dan pengembangan keterampilan untuk pribadi maupun dalam berorganisasi. Dengan mengikuti ekstrakurikuler yang disediakan sesuai dengan minat siswa-siswi mulai dari ekstrakurikuler olahraga, kepramukaan, kesenian, hingga kegiatan kerohanian. Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berbakat, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Monday, November 3, 2025

Membangun Budaya Literasi dengan

 Mencintai Buku Nonfiksi


Buku nonfiksi bersumber dari fakta dan data secara objektif. 
Misalnya, buku pelajaran, ensiklopedia, esai, jurnal, buku dokumenter, biografi, atau laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, dan disertasi).

Sedangkan buku fiksi adalah buku yang berisi cerita rekaan atau imajinasi pengarangnya, bukan berdasarkan kejadian nyata dan hanya berdasarkan angan-angan.
Contohnya seperti novel, cerita pendek, dongeng, puisi dan komik.

Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi: 


A. Buku Fiksi: 


- Sampul buku
- Pokok bab buku
- Judul bab (opsional)
- Tokoh dan penokohan
- Tema cerita
- Bahasa yang digunakan
- Penyajian alur cerita

B. Buku Nonfiksi: 


- Sampul buku
- Pokok bab buku
- Judul bab dan subbab
- Isi buku
- Cara menyajikan isi buku
- Bahasa yang digunakan
- Sistematika penulisan

Cara Membuat Teks Cerita Fiksi dan Non-fiksi:

A. Fiksi

Berikut ini, adalah cara membuat teks cerita fiksi.

1. Tentukan ide atau tema utama cerita.

2. Ciptakan tokoh-tokoh dengan sifat dan peran yang jelas.

3. Tentukan latar tempat, waktu, dan suasana cerita.

4. Susun alur cerita dari awal, tengah, hingga akhir.

5. Gunakan gaya bahasa yang menarik dan imajinatif.

6. Tulis cerita sesuai alur yang sudah dirancang.

7. Baca kembali dan lakukan revisi bila diperlukan.


B. Non-fiksi 

Berikut cara membuat teks cerita nonfiksi.

1. Tentukan topik atau tema yang akan dibahas.

2. Kumpulkan data dan informasi yang benar serta dapat dipercaya.

3. Susun kerangka atau garis besar isi tulisan.

4. Tulis pendahuluan yang memperkenalkan topik.

5. Jelaskan isi secara runtut dan logis berdasarkan fakta.

6. Buat penutup yang merangkum atau memberi kesimpulan.

7. Periksa kembali ejaan, data, dan kejelasan tulisan sebelum diselesaikan.

Ciri-ciri dari buku fiksi dan nonfiksi: 


A. Buku fiksi

Sifatnya imajinatif dan rekaan, menggunakan bahasa konotatif (tidak sebenarnya), memiliki kebenaran yang relatif, serta tidak terikat pada kaidah atau sistematika yang baku. Karena, cerita fiksi biasanya dibuat sebagai hiburan para pembaca.

B. Buku nonfiksi

Penulisannya berdasarkan fakta, data, dan kejadian nyata yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, menggunakan bahasa formal dan denotatif, serta memiliki struktur yang logis dan sistematis. Dan buku ini bertujuan untuk memberikan informasi atau edukasi.

Langkah-Langkah Merangkum Buku fiksi dan non-fiksi dengan catatan: 


A. Fiksi

1. Baca seluruh cerita dengan cermat.

2. Tentukan unsur intrinsik utama.

3. Catat gagasan pokok setiap bagian.

4. Gunakan kalimat sendiri.

5. Singkatkan tanpa menghilangkan inti.

6. Periksa hasil rangkuman.


B. Nonfiksi 

1. Baca dan pahami informasi umum buku.

2. Baca dan pahami isi buku secara umum melalui daftar isi dan kata pengantar.

3. Perhatikan sistematika penulisan buku.

4. Catatlah gagasan utama dan coba beberapa data penting sebagai bahan rangkuman.

5. Rangkailah dan kembangkan gagasan utama menjadi rangkuman isi buku. 

Langkah-Langkah Merangkum Isi Buku Dengan Peta Pikiran:


1. Tulislah judul buku di tengah-tengah kertas dan berilah ikon.

2. Buat cabang utama yang berkaitan dengan topik dalam buku dengan warna berbeda.

3. Kembangkan setiap cabang utama dalam beberapa subcabang.

4. Usahakan setiap cabang diberi label dengan kata kunci.

5. Gunakan garis-garis penghubung agar mudah memahami alur dan urutannya.

6. Buatlah garis pengingat jika ada kaitan antara subcabang yang berbeda.

Langkah-Langkah Menyusun Tanggapan Terhadap Buku:


1. Bacalah buku dengan saksama sampai tuntas.

2. Tandai bagian-bagian buku yang dianggap menarik untuk ditanggapi.

3. Susunlah tanggapan secara objektif dengan alasan logis dan masuk akal.

4. Baca ulang tanggapan, perbaiki jika ada kesalahan.

Hikmah dibalik Cerita Inspiratif

 Cerita inspiratif


Yaitu cerita atau kisah masa lalu yang bisa menginspirasi seseorang untuk melakukan hasil yang sama, terutama yang menyangkut keberhasilan dan kesuksesan tokoh-tokoh terdahulu.


Teks cerita inspiratif bertujuan untuk meningkatkan motivasi, semangat, dan rasa percaya diri pembaca agar mampu menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan. Teks ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif dan mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu yang positif melalui kisah yang menggugah hati. 


Jenis teks inspiratif dibagi menjadi dua: 

Fiksi (Khayalan), dan nonfiksi. (Kisah nyata).

Teka inspirasi juga dapat dibedakan berdasarkan sifat peristiwa, dan juga berdasarkan tokohnya. 

Biasanya, cerita inspiratif fiksi berasal dari khayalan penulis, namun tetap mengandung pesan moral dan nilai-nilai inspiratif. Penggunaan tokohnya bisa fabel (hewan), atau karakter fiktif yang dibuat untuk cerita tersebut. 

Sedangkan cerita inspiratif nonfiksi, isinya menceritakan kisah nyata dari pengalaman hidup seseorang atau sang penulis itu sendiri, penggunaan tokohnya biasanya mengikuti latar yang sebenarnya. Banyak cerita nonfiksi yang dituliskan karena kisah dari tokoh-tokoh terkenal.


Struktur Teks Cerita Inspiratif: 


1. Abstrak

Merupakan inti dari teks cerita inspiratif (opsional)

2. Orientasi

Pengenalan tema, latar, dan tokoh yang digunakan dalam teks cerita inspiratif.

3. Komplikasi

Bagian ini berisikan konflik sampai klimaks cerita.

4. Evaluasi

Munculnya pemecahan dan penyelesaian masalah

5. Resolusi

Pemecahan masalah-masalah yang dialami tokoh

6. Koda

Amanat dan pesan-pesan positif


Unsur-unsur kebahasaan teks cerita inspiratif:

- Menggunakan kata/kalimat deskriptif

- Menggunakan kata ekspresif

- Menggunakan majas (metafora, perumpamaan, repetisi



Tata cara penulisan cerita inspiratif: 

1. Tentukan tema dan amanat yang akan disampaikan dalam cerita. 

2. Buat kerangka isi cerita. Hal ini berguna supaya penulis dapat menciptakan cerita inspiratif yang lebih kuat dan efektif dalam menyampaikan pesan moral.

3. Buat paragraf awal yang menarik.

4. Ending (akhir) harus istimewa.

5. Libatkan emosi secukupnya, agar penonton bisa membayangkan suasana dalam cerita.

6. Gunakan bahasa yang ringan dan mengalir, agar dapat lebih dipahami oleh pembaca.

7. Pemilihan judul sangat penting, dengan adanya judul yang menarik dan mencolok, pembaca jadi lebih tertarik untuk membaca teks cerita inspiratif. 


Dalam membuat teks cerita inspiratif, cobalah untuk peka terhadap lingkungan!

Karena banyak hal yang dapat kita ungkap dari kisah-kisah yang berada di lingkungan sekitar untuk menjadi cerita inspiratif yang menarik dan mengesankan.


Ciri-ciri utama teks inspiratif:

1. Bersifat memotivasi: Tujuannya adalah untuk memberikan semangat dan kepercayaan diri kepada pembaca. 

2. Berisi pengalaman: Dapat berasal dari kisah nyata (nonfiksi) atau rekaan (fiksi). 

3. Memberi pelajaran: Menyajikan nilai-nilai positif atau pesan moral yang bisa diambil dari cerita. 

4. Bisa berupa cerita panjang: Umumnya berbentuk prosa, seperti esai atau cerita pendek, tetapi juga bisa berupa kata-kata atau kutipan singkat.

Hubungan Antara Majas Pleonasme dan Kalimat Efektif

Materi Bahasa Indonesia Kelas IXE – PJJ Senin, 26 Januari 2026   Assalamualaikum Wr. Wb. teman-teman sekalian! 😊 Pada kesempatan kali ini, ...